Tips Menyukai Mata Pelajaran Yang Tidak Kita Sukai

Tips Menyukai Mata Pelajaran Yang Tidak Kita Sukai
Tips Menyukai Mata Pelajaran Yang Tidak Kita Sukai | Gila! Matematika susah amat. Apalagi sejarah. Buat apa sih kita ingat-ingat masa lalu? Masa depan aja belum jelas. Ada lagi fisika, kimia. Aduuuh! Rumus-rumusnya itu loh. Bikin kepala jadi keriting aja. Pusing, pusing, pusing..


Kamu bagian dari yang seperti itu? Wah,wah.... wajar sih ada pelajaran yang tidak disenangi dan ada yang di-favoritkan banget. Yang disukai, meskipun nggak paham tapi selalu anteng mantengin gruru yang lagi cas-cis-cus. Ngantuk, capek, males, buyar semua. Lha, trus yang nggak disuka? Ya, kebalikannya. Tadinya mata nggak ngantuk, jadi ngantuk. Tadinya badan seger buger, jadi lemes seratus derajat.

Sampai-sampai muncul berbagai ejekan untuk pelajaran yang seharusnya disayang itu. Matematika misalnya. Malah disebut matematika makin tekun makin tidak karuan. Gimana mau masuk itu pelajaran ke otak kalau nggak dihargai. Ilmu itu kan seperti makhluk. Jika kita sayang, menghargai, maka dengan mudah ia terserap oleh otak. Sobat pernah kan disuruh bapak/ibu guru untuk nyampulin buku? Nah, itu adalah bagian dari menghargai ilmu.

Saat pelajaran udah nggak masuk, kita sendiri yang jadi pusing. Akhirnya muncul perasaan jengkel. Jengkel itu lama-kelamaan berubah jadi benci. Waduh, kalau sudah begitu mah gawat. Bisa-bisa selamanya loh benci. Meskipun bukan tidak mungkin juga bencinya hanya sesaat.

Beberapa di antara kita pasti pernah deh bilang gini.
“aku dari dulu SD emang nggak pernah suka metik (baca : matematika)”
“alah, sejarah? Buat apa sih inget-inget masa lalu.” “bahasa indonesia mah nggak keren. mendingan belajar nahasa inggris.” De-el-el yang buanyakkkk banget. Pernah? Bila ya, ini saatnya berubah. Bukan power ranger aja yang bisa berubah. Kita juga bisa.

Friend, carilah! Cari penyebab rasa tidak suka itu. Baca lagi poin nggak suka metik di atas. Dari SD kan? Sekarang kan udah SMA. Bisa jadi perasaan benci itu muncul karena di SD gurunya galak abis. Punya kumis pak raden dan selalu bawa rotan.

Tengoklah! Sekarang gurunya gimana. Kalau memang ternyata berbeda, buat apa rasa tidak suka masih nagkring di otak kita? Buang.Kita bukan anak SD lagi. Tapi, jika ternyata masih sama atau pinang dibelah dua ama guru SD kita, bukan berarti masih sah untuk benci tuh mapel loh. Saatnya beraksi lagi, carilah perhatian dari sang guru. Kan asyik tuh.

Disaat semua siswa takut ama beliau, semua siswa nggak ada yng spesial di mata beliau, nggak ada yang disayang, kamu malah jadi siswa yang berbeda. Dan perhatian itu hanya bisa didapat jika kamu menyukai pelajaran itu dan antusias mengikutinya.

Selanjutnya, cari asyiknya. Serumit apa pun pelajaran, pasti memiliki sisi keasyikan loh. Banyak kan di antara kita misalnya yang nggak suka metik. Nah waktu dikasih tugas ama pak guru, kita bisa jawab pertanyaannya. Senang kan? Pasti. Itu potensi loh. Kamu harus pintar ngambil celah.

Rasa suka tadi bisa buat kamu jadi kecanduan ngerjakan soal. Lama-lama jadi suka. Caranya, kamu harus bayangkan rasa senang itu tiap kali ngerjakan soal. Meskipun terkadang nanti kamu lama banget dari pagi hingga senja menjelang baru dapet jawaban, tapi ada perasaan lega dan bahagia.

Tips berikiutnya adalah berteman. Sebenci-bencinya kita pada suatu mapel, yakin deh ada perasaan iri (sedikit atau pun banyak) saat melihat orang lain menguasainya.

Inilah saatnya. Berteman dengan mereka yang pintar adalah solusi. Bukan berarti memanfaatkannya demi kepentingan kita. Jadilah temannya, sahabatnya. Bergaul dengan kawan yang rajin akan menularkan kita hal positif. Sedikit demi sedikit rasa benci berganti perasaan biasa. Biasa itu selanjutnya berubah menjadi suka seiring bergulirnya waktu kita berteman dengannya.

Terakhir, pikirkan pentingnya. Banyak di antara kita membenci suatu pelajaran tanpa sadar bahwa pelajaran itu penting. Dan sadar nggak? Sering banget ada cerita tentang seorang yang sangat benci Bahasa Inggris, eh malah jadi guru Bahasa Inggris. Juga seorang yang benci Metematika, eh jadi guru matematika. Kenapa? Karena pelajaran-pelajaran itu semakin dewasa semakin kita sadari pentingnya. Karena itulah, mereka yang awalnya nggak suka aja malah sukses, gimana dengan kita yang suka? Mulai sekarang, ayo menyukai pelajaran itu. Agar lebih sukses dari mereka yang awalnya saja tidak suka.


Setiap pelajaran itu penting. Nggak ada yang sia-sia sob. Mari kita belajar lebih giat. Mencintai semua pelajaran sebagaimana kita mencintai makhluk. Oke!

Itu saja tips dari kita tentang Tips Menyukai Mata Pelajaran Yang Tidak Kita Sukai, semoga bermanfaat ya.
Share This :