MGJaMaF4MGRaMGF5NGp5MqFaLSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN - Pendidikan merupakan usaha sadar manusia untuk memanusiakan manusia. Melalui pendidikan harkat dan martabat manusia dibudayakan agar menjadi manusia yang manusiawi, yaitu manusia yang mau mengakui, menghargai, dan memperlakukan manusia lain layaknya sebagai manusia. Sedangkan pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, kata dasar “belajar” mengandung arti usaha yang dilakukan seseorang dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi bisa. Lalu darimana seseorang bisa belajar? Belajar merupakan proses kognitif, afektif, dan psikomotor yang bersumber dari lingkungan, benda mati, dan orang lain. Berdasarkan pengalaman logika dan bidang keilmuannya, penulis cukup yakin terhindar dari apriori dan kemudian mengasumsikan bahwa membaca buku, belajar mengendarai mobil, bersopan santun, bahkan seorang anak dalam lingkungan marginal yang belajar nyopet dapat dikategorikan kedalam “belajar”. Mengapa? Apa yang dilakukan anak untuk bisa ahli mencopet adalah “masih“ tergolong dalam usaha untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya dalam bidang tertentu, yaitu dalam hal mencopet. Memang terdengar lucu, tapi mari dicermati kembali, belajar adalah usaha seseorang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, jika ia sedang mengupayakan peningkatan atas kemampuannya maka dia termasuk orang sedang belajar (pebelajar), sebagaimana orang awam belajar memasak untuk menjadi koki, seseorang belajar bisnis untuk menjadi wirausahawan, dan lain sebagainya. Kemudian muncul pertanyaan baru, bukankah hal itu negatif? Nah, disinilah peran pendidikan, disinilah tugas pendidikan. Pendidikan mengandung esensi untuk menebar dan menanamkan nilai, norma, dan moral guna membentuk orang yang dididik mempunyai martabat dan bisa berlaku manusiawi. Melalui pendidikanlah orang-orang dibimbing dan diarahkan untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan, norma, dan nilai sosial. Oleh sebab itu, melalui proses pendidikan orang yang belajar sesuatu menjadi terarah dan taat azas, dengan demikian setelah melalui pendidikan orang yang tadinya belajar mencopet akan berhenti mencopet dan mempelajari hal lain yang lebih bermanfaat, orang belajar menjadi pengusaha akan menjadi pengusaha yang baik tanpa melakukan kecurangan dalam berdagang, dan lain sebagainya. Pengkajian secara definitif mengenai belajar bisa dalam konteks positif maupun negatif, sementara pengkajian mengenai pendidikan hanya dalam konteks positif saja, sebab korelasi diantara keduanya dapat diasumsikan pendidikan sebagai variable control bagi belajar. Artinya, suatu kegiatan belajar akan terarah dan tepat sasaran manakala diimbangi dengan pendidikan yang baik, mengingat pendidikan bertugas menanamkan nilai, norma dan moral. Lebih lanjut mengenai belajar dan pendidikan, salah seorang dosen sekaligus penguji skripsi penulis, Dr. Muhtadi Irvan, M. Pd. menambahkan bahwa pendidikan dan belajar hanya terjadi pada manusia. Lalu bagaimana dengan binatang? Pada kenyataanya ada hewan-hewan liar dijinakkan dan dipertontonkan dalam sirkus, atraksi lumba-lumba di taman hiburan mengikuti arahan instruktur, mereka berubah dari tidak bisa menjadi bisa, mengapa tidak dikategorikan kedalam belajar? Jelas sekali perubahan yang terjadi pada binatang bukan merupakan hasil belajar maupun hasil dididik, melainkan mereka “dilatih”.
Share This Article :
5437595235581986538