MGJaMaF4MGRaMGF5NGp5MqFaLSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

CARA MEMBANGUN SIKAP ILMIAH DAN BUDAYA AKADEMIK DI KALANGAN MAHASISWA

CARA MEMBANGUN SIKAP ILMIAH DAN BUDAYA AKADEMIK DI KALANGAN MAHASISWA - Budaya akademik atau academical culture dapat diartikan sebagai suatu kebiasaaan dan totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dijalankan oleh seluruh civitas akademik, baik dalam jenjang sekolah maupun dalam jenjang pendidikan tinggi. Untuk membangun budaya akademik bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, sebab dalam membangun budaya akademik sangat diperlukan modal yang namanya “sikap ilmiah” di setiap civitas akademik yang ada. Sebuah sikap yang akan menentukan apakah budaya akademik akan terwujud atau tidak. Sikap ilmiah dan academical culture memiliki relasi kausalitas yang mana budaya akademik yang dimanifestasikan ke dalam suatu tindakan atau kebiasaan berunsur dari sikap ilmiah civitas akademik, terutama siswa dan mahasiswa. Sikap ilmiah itu sendiri merupakan suatu sikap berpikir yang berlandaskan kepada metode-metode ilmiah, seperti; pengidentifikasian masalah, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, observasi, analisis, perumusan kesimpulan, dan pengemukaan teori.

Ketika mencari langkah-langkah untuk membangun sikap ilmiah duna membudayakan budaya akademik dikalangan pelajar, penulis mencari berbagai sumber di internet, namun yang muncul hanya apa itu sikap ilmiah dan bagaimana hubungannya dengan budaya akademik. Banyaknya artikel yang bertebaran di internet ternyata tidak menjamin tersedinya informasi tentang langkah-langkah kongkret dan operasional untuk membangun sikap ilmiah di kalangan pelajar. Oleh sebab itu penulis bermaksud untuk memberikan gambaran sederhana tentang cara yang bisa digunakan untuk membangun sikap ilmiah di kalangan pelajar agar tercipta iklim atau budaya akademik di institusi pendidikan.

Membangun sikap ilmiah sebaiknya dilandasi dengan unsur unsur dari sikap ilmiah itu sendiri yang meliputi; penemuan masalah, perumusan hipotesis dan seterusnya. Nah, poin pentingnya adalah penemuan masalah. Contoh implementasinya adalah, dosen fakultas keguruan menugaskan kepada mahasiswanya yang praktik mengajar untuk memecahkan masalah pengajaran di kelasnya. Mahasiswa mencoba mengenali dan mengindentifikasi masalah apa yang terjadi di kelasnya. Perlu ditegaskan kembali bahwa masalah adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang senyatanya terjadi. Ketika mahasiswa itu sudah menemukan dan mengidentifikasi masalah, maka langkah selanjutntya adalah mengajukan hipotesis yang mengarah pada solusi atas pemecahan masalah, setelah mengajuka hipotesis maka dilakukanlah pengujian hipotesis, pengujian hippotesis inilah yang disebut sebagai penelitian yang sarat dengan keilmiahan. Penelitian ini dapat berupa tindakan ataupun eksperimen. Setelah penelitian atau pengujian hipotesis maka tahap selanjutnya adalah analisis. Analisis berguna untuk menentukan apakah hipotesis yang sudah dirumuskan dapat diterima atau tidak diterima. Jika hipotesis tidak diterima maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, jika hipotesis penelitian diterima maka akan tersusun sebauh kesimpulan yang mengarah pada teori dan solusi atas pemecahan masalah.

Langkah untuk menumbuhkan sikap ilmiah ini dapat dipraktikan untuk semua kalangan pelajar, baik mulai dari pendidikan dasar hingga ke pendidika tinggi, dengan dijalankannya sikap ilmiah maka penulis cukup yakin untuk mengatakan bahwa budaya akademik juga akan terwujud dengan baik. Sekian sedikit ulasan mengenai cara untuk membangun sikap ilmiah guna mewujukan budaya akademik, semoga bermanfaat.
Share This Article :
5437595235581986538