MGJaMaF4MGRaMGF5NGp5MqFaLSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

PEKERJAAN RUMAH (PR): MENGHAMBAT ATAU JUSTRU BERMANFAAT?

PEKERJAAN RUMAH (PR): MENGHAMBAT ATAU JUSTRU BERMANFAAT? - PR atau pekerjaan rumah pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mulai dari tingkat pendidikan TK sampai penguruan tinggi pasti ada yang namanya PR. Secara umum adanya PR bertujuan untuk membuat siswa belajar ketika berada dirumah, selain itu juga sebagai pemantapan materi yang telah diajarkan sebelumnya.

Penulis pernah melakukan pengamatan selama 3 bulan yaitu sebagai pengajar disalah satu sekolah dasar negeri di daerah Jember Jawa Timur. Di sekolah tersebut sudah menerapkan pembelajaran kurikulum 2013 (K13), dimana siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran sedangkan guru hanya sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

Di sisi lain PR juga terkadang di anggap beban untuk sebagian siswa. Bagaimana tidak? Di sekolah siswa sudah diberi banyak sekali tugas, banyak project, bahkan presentasi. Nah di rumah mereka masih harus les, setelah les pun tekadang ada beberapa orang tua yang mengharuskan anak-anaknya untuk belajar lagi. Sering kali ada siswa yang mengeluh “pak guru, PR nya jangan banyak-banyak”, “pak guru, di rumah jangan diberi tugas lagi ya”. Padahal notabene mereka adalah siswa yang cukup pandai di kelas, mereka mengeluh bukan karena mereka malas. Otak manusia juga memiliki batasan untuk menerima pelajaran atau pengetahuan baru, terutama anak-anak. Mereka juga perlu bermain dan mengeksplore diri tentu saja tetap dibawah pengawasan orang tua.

Ketika siswa sudah terlalu banyak pelajaran tambahan di rumah, keesokan harinya di sekolah mereka akan terlihat lemas dan mengantuk. Sehingga mengakibatkan kurang konsentrasi dan tujuan pembelajaran juga akan sulit tercapai. Untuk itu perlu adanya kerjasama antara guru, siswa, dan wali murid. Guru harus benar-benar mengerti apakah siswa sudah mencapai indikator pembelajaran yang diinginkan, jika sudah maka PR bisa dikurangi ataupun tidak perlu diberi. Orang tua juga wajib mengerti keadaan dan perkembangan anak. Apakah anak mampu jika diberi pelajaran tambahan diluar jam sekolah? Apakah anak sudah mendapatkan hak nya untuk bermain? Jika orang tua sudah memahami hal tersebut maka akan lebih mudah untuk mengetahui gaya belajar yang sesuai untuk anak.

Overall PR merupakan strategi yang sangat baik untuk perkembangan belajar siswa, namun juga harus dikemas secara rapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat.
Share This Article :
5437595235581986538